Arema v Sriwijaya FC
MALANG - Juara paro musim dipastikan digenggam Persipura Jayapura. Tapi, itu bukan berarti motivasi tim-tim Indonesia Super League (ISL) lainnya untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara kendur.
Nah, laga untuk memperbaiki posisi akan tersaji di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, nanti sore antara tuan rumah Arema melawan Sriwijaya FC Palembang. Arema yang kini berada di posisi ke-9 tentu tidak ingin melepas poin penting begitu saja. Meski target masuk empat besar tidak terpenuhi, memperbaiki posisi merupakan sebuah kewajiban.
Jika dalam duel nanti Arema gagal meraih poin absolut, ambisi mereka untuk menjuarai ISL pada akhir putaran kedua nanti semakin sulit. Bayangkan, selisih nilai antara Persipura dengan Arema saat ini 16 poin. Artinya, Arema membutuhkan enam kali kemenangan beruntun untuk menyalip Mutiara Hitam (julukan Persipura). Dengan catatan, Persipura harus terus-menerus kalah dalam enam kali laganya. Sebuah hal yang sukup sulit digapai.
"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan. Termasuk, saat menjamu Sriwijaya," kata Gusnul Yakin, pelatih Arema. Bila timnya berhasil meraih poin penuh di Sidoarjo, selisih poin Arema dengan Persipura tinggal 13 poin.
Namun, Gusnul menyadari bahwa Sriwijaya tentu tidak mudah ditaklukkan. Sebab, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) dihuni pemain-pemain berkualitas.
Menurut Gusnul, team work Sriwijaya cukup bagus. Selain itu, mobilitas dan kontribusi pemain-pemain asing Srwijaya kepada tim sangat besar. "Pemain asing Sriwijaya sangat berbahaya. Dan pemain yang harus diwaspadai adalah Zah Rahan," jelasnya.
Selain itu, Singo Edan harus mewaspadai tingkat produktivitas Sriwijaya. Pasalnya, Sriwijaya mengoleksi 34 gol dalam 15 kali laga. Artinya, dalam setiap laga, Sriwijaya rata-rata membuat 2-3 gol. Sebelas gol di antaranya dicetak ketika Sriwijaya berlaga dalam tujuh away-nya.
Sama dengan Arema, Sriwijaya bertekad memperbaiki posisi. Tim asal Sumatera Selatan tersebut berambisi bisa finis sebagai runner-up pada akhir putaran pertama.
Dengan finis sebagai runner-up, kans tim yang ber-home base di Stadion Jakabaring itu untuk mempertahankan gelar semakin terbuka. Nah, untuk merealisasikannya, Sriwijaya yang masih menyisakan dua pertandingan lagi harus mampu menyapu nilai maksimal enam poin.
MALANG - Juara paro musim dipastikan digenggam Persipura Jayapura. Tapi, itu bukan berarti motivasi tim-tim Indonesia Super League (ISL) lainnya untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara kendur.
Nah, laga untuk memperbaiki posisi akan tersaji di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, nanti sore antara tuan rumah Arema melawan Sriwijaya FC Palembang. Arema yang kini berada di posisi ke-9 tentu tidak ingin melepas poin penting begitu saja. Meski target masuk empat besar tidak terpenuhi, memperbaiki posisi merupakan sebuah kewajiban.
Jika dalam duel nanti Arema gagal meraih poin absolut, ambisi mereka untuk menjuarai ISL pada akhir putaran kedua nanti semakin sulit. Bayangkan, selisih nilai antara Persipura dengan Arema saat ini 16 poin. Artinya, Arema membutuhkan enam kali kemenangan beruntun untuk menyalip Mutiara Hitam (julukan Persipura). Dengan catatan, Persipura harus terus-menerus kalah dalam enam kali laganya. Sebuah hal yang sukup sulit digapai.
"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan. Termasuk, saat menjamu Sriwijaya," kata Gusnul Yakin, pelatih Arema. Bila timnya berhasil meraih poin penuh di Sidoarjo, selisih poin Arema dengan Persipura tinggal 13 poin.
Namun, Gusnul menyadari bahwa Sriwijaya tentu tidak mudah ditaklukkan. Sebab, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) dihuni pemain-pemain berkualitas.
Menurut Gusnul, team work Sriwijaya cukup bagus. Selain itu, mobilitas dan kontribusi pemain-pemain asing Srwijaya kepada tim sangat besar. "Pemain asing Sriwijaya sangat berbahaya. Dan pemain yang harus diwaspadai adalah Zah Rahan," jelasnya.
Selain itu, Singo Edan harus mewaspadai tingkat produktivitas Sriwijaya. Pasalnya, Sriwijaya mengoleksi 34 gol dalam 15 kali laga. Artinya, dalam setiap laga, Sriwijaya rata-rata membuat 2-3 gol. Sebelas gol di antaranya dicetak ketika Sriwijaya berlaga dalam tujuh away-nya.
Sama dengan Arema, Sriwijaya bertekad memperbaiki posisi. Tim asal Sumatera Selatan tersebut berambisi bisa finis sebagai runner-up pada akhir putaran pertama.
Dengan finis sebagai runner-up, kans tim yang ber-home base di Stadion Jakabaring itu untuk mempertahankan gelar semakin terbuka. Nah, untuk merealisasikannya, Sriwijaya yang masih menyisakan dua pertandingan lagi harus mampu menyapu nilai maksimal enam poin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar