Selasa, 11 November 2008

Hasil Pertandingan Arema Vs Sriwijaya Fc


Arema Malang vs Sriwijaya FC 2-1 (1-1)
Arema kembali meraih angka penuh pada laga home usiran tanpa penonton di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (27/10) setelah mengalahkan juara bertahan Sriwijaya FC dengan skor 2-1 pada lanjutan Indonesia Super League (ISL). Sriwijaya FC unggul lebih dulu pada menit ke 22 melalui striker sekaligus kapten Keith Kayamba Gumbs. Emaleu Serge menyamakan kedudukan di akhir babak pertama, serta Arif Suyono kembali menjadi pahlawan Arema dengan golnya di menit 49.


Pencetak GolArema: Emaleu Serge (40′), Arif Suyono (59′)Sriwijaya FC: Keith Kayamba Gumbs (22′)
Pre MatchPelatih Arema Gusnul Yakin menurunkan komposisi pemain yang hampir sama saat Arema mengalahkan PSMS Medan 4-3 hari Kamis (23/10) lalu. Souleymane Traore mengisi starting lineup menggantikan Arif Suyono yang tidak dalam kondisi fit. Gusnul Yakin juga memasukkan nama Ahmad Sembiring dan I Komang Mariawan di daftar pemain cadangan.
Sriwijaya FC tanpa diperkuat gelandang bertahan Vijay dan Amrizal karena terkena akumulasi kartu. Bek baru Sriwijaya, Tsimi Jacques Joel masuk daftar pemain cadangan, sedangkan empat pemain asing lainnya, Obiora, Zah Rahan, Keith Kayamba Gumbs, dan gon Adjam dipercaya pelatih Rahmad Darmawan sebagai starting eleven Sriwijaya FC.


Match ReportSriwijaya FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Heading Beben Berlian memanfaatkan umpan crossing Obiora dari sayap kiri di menit ketiga menjadi peluang pertama Sriwijaya FC yang masih mampu diantisipasi kiper Arema, Dadang Sudrajat.
Sriwijaya FC hampir mencetak gol melalui tendangan penjuru Obiora yang langsung menuju gawang dan membentur mistar kanan gawang Arema. Beberapa saat kemudian, tendangan bebas Zah Rahan dari sisi kanan pertahanan Arema berhasil ditangkap dengan baik oleh Dadang Sudrajat.



Peluang pertama Arema dihasilkan Emaleu Serge di menit ke 11. Hendra Ridwan yang mengirimkan crossing dari sayap kanan mampu diheading oleh Serge, namun bola sundulan striker asal Kamerun tersebut melebar di kiri atas gawang Sriwijaya FC.
Melalui sebuah serangan balik cepat Sriwijaya FC dari sektor kanan pertahanan Arema yang dilakukan oleh Obiora, bola crossing Ngon Adjam yang mengarah ke tengah kotak penalti Arema berhasil diselesaikan oleh Keith Kayamba Gumbs untuk membawa Sriwijaya FC unggul 1-0 atas Arema.


Unggul satu gol tidak mengendurkan serangan-serangan Sriwijaya FC, salah satu peluang dihasilkan dari tendangan jarak jauh Zah Rahan dari luar kotak penalti Arema yang masih mampu ditangkap oleh Dadang Sudrajat.


Arema berhasil menyamakan kedudukan di menit 39′ ketika Souleymane Traore yang mengirimkan umpan terobosan terukur ke kotak penalti Sriwijaya FC mampu dikonversi Emaleu Serge menjadi gol dan merubah skor menjadi 1-1.


Selang dua menit kemudian Serge hampir membawa Arema unggul ketika berhasil melewati hadangan Charis Yulianto dan berada pada situasi one-on-one dengan kiper Ferry Rotinsulu. Namun Serge gagal mencetak gol karena kesigapan kiper tim nasional tersebut menutup ruang tembak dan mengantisipasi bola sontekan Serge.


Di akhir babak pertama, wasit mengeluarkan dua kartu kuning masing-masing untuk Emaleu Serge dan Obiora. Akibat kartu kuning tersebut, Serge harus absen pada pertandingan berikutnya saat Arema dijamu Persib Bandung (2/11).


Arema mengawali babak kedua dengan baik dan unggul cepat di menit 59 melalui winger Arif Suyono yang masuk menggantikan Hendra Ridwan di pertenfahan babak pertama.
Berawal dari serangan Arema dari sisi kiri pertahanan Sriwijaya FC oleh Souleymane Traore, gelandang asal Guinea tersebut melepaskan umpan terarah kepada Arif Suyono di tengah kotak penalti Sriwijaya. Arif yang tidak terkawal dengan leluasa melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dihalau kiper Ferry Rotinsulu sekaligus membawa Arema unggul 2-1.


Tertinggal oleh gol cepat Arema di awal babak kedua, Sriwijaya FC berusaha menyamakan kedudukan dengan lebih meningkatkan serangan melalui playmaker Zah Rahan. Tendangan keras Ngon Adjam di menit 64 masih mampu diantisipasi dengan baik oleh Dadang Sudrajat.
Arema yang mengandalkan serangan melalui mobilitas Pello Benson, Souleymane Traore, dan Arif Suyono, memperoleh peluang untuk memperbesar margin gol mealalui tendangan salto winger Fandy Mochtar. Sayang tendangan pemain asal Ternate tersebut masih mampu diamankan oleh kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu.


Pada menit ke 68, Arif Suyono ditarik keluar dan digantikan oleh Ahmad Sembiring. Pencetak gol kedua Arema tersebut tampak berjalan tertatih meninggalkan lapangan.
Di sisa pertandingan Sriwijaya FC yang dimotori Zah Rahan tampak lebih menguasai pertandingan sementara Arema lebih banyak mengamankan daerah dan melakukan counter attack dengan ball possession Arema vs Sriwijaya FC 45 : 55.


Peluang terbaik Sriwijaya FC untuk mencetak gol adalah saat tendangan keras Zah Rahan dari dalam kotak penalti melebar tipis di atas mistar gawang Arema. Beberapa saat kemudian, Ngon Ajam mampu menggetarkan gawang Arema namun peluit wasit terlebih dahulu berbunyi lantaran terlebih dahulu melakukan handsball.


Peluang terakhir Arema untuk menambah gol dihasilkan oleh Emaleu Serge yang menang adu sprint dengan Charis Yulianto dan Slamet Riyadi. Serge yang sudah berhadapan dengan Ferry Rotinsulu gagal menaklukkan kiper timnas tersebut karena tendangan keras kaki kirinya dari sudut sempit masih melebar di atas gawang Sriwijaya FC.Hingga wasit Najamudin meniup peluit panjang mengakhiri pertandingan, Arema berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 sekaligus meraih kemenangan kedua pada pertandingan tanpa penonton di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Minggu, 26 Oktober 2008

Motivasi Perbaiki Posisi

Arema v Sriwijaya FC
MALANG - Juara paro musim dipastikan digenggam Persipura Jayapura. Tapi, itu bukan berarti motivasi tim-tim Indonesia Super League (ISL) lainnya untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara kendur.
Nah, laga untuk memperbaiki posisi akan tersaji di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, nanti sore antara tuan rumah Arema melawan Sriwijaya FC Palembang. Arema yang kini berada di posisi ke-9 tentu tidak ingin melepas poin penting begitu saja. Meski target masuk empat besar tidak terpenuhi, memperbaiki posisi merupakan sebuah kewajiban.
Jika dalam duel nanti Arema gagal meraih poin absolut, ambisi mereka untuk menjuarai ISL pada akhir putaran kedua nanti semakin sulit. Bayangkan, selisih nilai antara Persipura dengan Arema saat ini 16 poin. Artinya, Arema membutuhkan enam kali kemenangan beruntun untuk menyalip Mutiara Hitam (julukan Persipura). Dengan catatan, Persipura harus terus-menerus kalah dalam enam kali laganya. Sebuah hal yang sukup sulit digapai.
"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan. Termasuk, saat menjamu Sriwijaya," kata Gusnul Yakin, pelatih Arema. Bila timnya berhasil meraih poin penuh di Sidoarjo, selisih poin Arema dengan Persipura tinggal 13 poin.
Namun, Gusnul menyadari bahwa Sriwijaya tentu tidak mudah ditaklukkan. Sebab, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) dihuni pemain-pemain berkualitas.
Menurut Gusnul, team work Sriwijaya cukup bagus. Selain itu, mobilitas dan kontribusi pemain-pemain asing Srwijaya kepada tim sangat besar. "Pemain asing Sriwijaya sangat berbahaya. Dan pemain yang harus diwaspadai adalah Zah Rahan," jelasnya.
Selain itu, Singo Edan harus mewaspadai tingkat produktivitas Sriwijaya. Pasalnya, Sriwijaya mengoleksi 34 gol dalam 15 kali laga. Artinya, dalam setiap laga, Sriwijaya rata-rata membuat 2-3 gol. Sebelas gol di antaranya dicetak ketika Sriwijaya berlaga dalam tujuh away-nya.
Sama dengan Arema, Sriwijaya bertekad memperbaiki posisi. Tim asal Sumatera Selatan tersebut berambisi bisa finis sebagai runner-up pada akhir putaran pertama.
Dengan finis sebagai runner-up, kans tim yang ber-home base di Stadion Jakabaring itu untuk mempertahankan gelar semakin terbuka. Nah, untuk merealisasikannya, Sriwijaya yang masih menyisakan dua pertandingan lagi harus mampu menyapu nilai maksimal enam poin.

Pertemuan Arema Vs Sriwijaya Fc

Dua “singa” akan saling berduel di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada lanjutan Indonesia Super League (ISL), Senin 27 Oktober 2008 antara “tuan rumah” Arema Malang dan tim tamu Sriwijaya FC Palembang. Singo Edan Arema yang bakal melakoni pertandingan usiran kedua tanpa penonton di Sidoarjo berusaha mengamankan tiga poin di kandang atas tim terbaik di Indonesia musim lalu berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Hasil SebelumnyaPada pertandingan sebelumnya, Arema Malang mengalahkan tim asal Sumatera yang lain, PSMS Medan pada pertandingan alot yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan Arema. Sedangkan Sriwijaya FC dengan sepuluh pemain berhasil mencuri poin dari Persik Kediri setelah bermain imbang 2-2 di Stadion Tri Dharma Gresik.
Musim lalu, singa Sriwijaya FC mengaum lebih keras dari Singa Arema ketika Cristian Lenglolo dkk mampu menang 2-0 atas Arema yang saat itu ditangani pelatih caretaker Joko Susilo pada babak delapan besar Liga Indonesia XIII juga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Sementara itu pelatih Arema, Gusnul Yakin, telah mengevaluasi hasil pertandingan sebelumnya saat menang 4-3 atas PSMS Medan. Mantan pelatih Persibo Bojonegoro tersebut menginstruksikan lini belakang yang dikawal Suroso dan Aaron Nguimbat lebih disiplin, terlebih tiga gol PSMS lahir karena lengahnya lini belakang Arema mengantisipasi serangan PSMS.

Striker Asing SeleksiPada latihan Arema hari Sabtu (25/10) kemarin, Arema mulai bergerak dalam upaya memenuhi kebutuhan striker yang ditinggal Emile Mbamba. Dua striker asing seleksi sudah bergabung di tim Arema, mereka adalah Jorge Paredes dari Paraguay dan Dominic Audu dari Nigeria. Gusnul Yakin belum memberi deadline bagi striker asing seleksi karena masih akan berkonsentrasi pada pertandingan berikutnya melawan Sriwijaya FC dan Persib Bandung. Striker asing seleksi kemungkinan baru akan dimainkan saat pertandingan eksebisi pembukaan Copa Indonesia 2008 melawan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang (5/11).

Prakiraan Susunan Pemain Arema32-Dadang Sudrajat, 6-Suroso (c), 55-Aaron Nguimbat, 25-Erick Setiawan, 19-Benny Wahyudi, 4-Hendra Ridwan, 5-Fandy Mochtar, 11-Ahmad Bustomi, 14-Arif Suyono, 88-Pello Benson, 10-Emaleu Serge